Pandangan Hukum Pemberian Sang Mantan Pacar..... ????

Kisah percintaan seseorang tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan. Ada kalanya Anda sangat senang karena diberi kejutan oleh pasangan. Ada kalanya Anda merasa sangat sedih karena harus menghadapi banyak permasalahan yang berujung pada berakhirnya kisah percintaan yang sudah dirajut sekian lama.Putus cinta memang hal yang paling menyakitkan dalam hidup. Tapi ingatlah satu hal. Putus cinta bukanlah akhir dari segalanya. Putus cinta hanya awal dari kebahagiaan yang tertunda. 


Nah.. bagaimana jika si Mantan meminta kembali barang - barang pemberiannya ?? Apa dasar Hukumnya ???

Oke, Kita ulas permasalahan yang timbul ini... Menurut Hemat saya, Jika barang-barang tersebut Anda terima sebagai pemberian/hibah dari si lelaki, maka Anda adalah pemilik sepenuhnya barang-barang (pemberian/hibah) tersebut. Pemberian / Hibah diatur dalam Pasal 1666 KUHPerdata yang menyatakan sebagai berikut:

Penghibahan adalah suatu persetujuan dengan mana seorang penghibah menyerahkan suatu barang secara cuma-cuma, tanpa dapat menariknya kembali, untuk kepentingan seseorang yang menerima penyerahan barang itu. Undang-undang hanya mengakui penghibahan-penghibahan antara orang-orang yang masih hidup."

Menurut Subekti menjelaskan bahwa sebagai suatu perjanjian, pemberian (schenking) itu seketika mengikat dan tak dapat dicabut kembali begitu saja menurut kehendak satu pihak (lihat Prof. Subekti, S.H.Pokok-Pokok Hukum Perdata, Intermasa, 2001, hal. 165).
Menurut Pasal 1687 KUHPe, Pemberian barang-barang bergerak (seperti baju, cincin, sepatu, dan jam tangan) dan piutang-piutang yang berupa surat bawa (aan toonder) adalah sah dengan penyerahan begitu saja . Sedangkan, Menurut Pasal 1682 KUHPer pemberian barang-barang tak bergerak dan hak piutang atas nama harus dilakukan dengan akta notaris.

Prof. Subekti menjelaskan juga, Bahwa agar dapat dikatakan tentang seuatu pemberian perbuatan itu harus bertujuan memberikan suatu hadia belaka, jadi tidak boleh ada suatu keharusan meskipun hanya berupa Naturlijke verbitenis, yaitu suatu perikatan yang berada di tengah - tengah antara perikatan moral dan suatu perikatan hukum, atau boleh juga dikatakan, suatu perikatan hukum tidak sempurna.

Jadi, secara hukum mantan pacar anda tidak punya hak untuk menarik kembali semua barang yang pernah dia berikan kepada anda, kecuali anda setuju untuk mengembalikan barang - barang tersebut. Selain itu secara moral dan kepatutan pun adalah tidak pantas menarik kembali barang - barang yang telah diberikan kepada orang lain.

Di sisi lain, mantan pacar Anda bisa saja tidak mengakui telah memberikan barang-barang tersebut kepada Anda sebagai hadiah. Karena biasanya pemberian itu dilakukan secara lisan saja, tanpa ada bukti tertulis. Sehingga, mantan pacar Anda dapat mengatakan bahwa dia, misalnya, hanya meminjamkan barang-barang tersebut kepada Anda, lalu sekarang dia ingin memintanya kembali. Jika mantan pacar Anda tidak mengakui memberikan barang-barang tersebut dan sampai menggugat Anda ke pengadilan, maka Anda harus mempersiapkan bukti-bukti untuk mendukung posisi Anda. Selain bukti tertulis dan pengakuan, alat-alat bukti lainnya dalam hukum acara perdata adalah saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah (lihat Pasal 164 HIR jo. Pasal 1866 KUHPerdata).

Kemudian, jika Anda merasa terancam dan ketakutan atas ancaman-ancaman yang dilakukan mantan pacar Anda itu, Anda dapat melaporkannya ke polisi atas tuduhan perbuatan yang tak menyenangkan. Kemungkinan dia bisa dijerat Pasal 335 ayat (1) KUHP yang rumusannya sebagai berikut:

Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 4.500 :

Ke- 1 : Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri atau orang lain.


Semoga Bermanfaat...

- MFFH-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar