BANK KONVENSIONAL VS BANK SYARIAH


City vector created by freepik - www.freepik.com
Perbedaan antara Bank Konvesional dan Bank Syariah terletakpada filosofi atau ajaran yang mendasarinya. Bank Konvensional dibangun dari praktik ekonomi kapitalisme yang menganut faham liberalisme,yang berpatokan pada perhitungan utilitas sehingga manusianya lebih cenderung menjadi homo economicus. System ekonomi menurut faham ini, kata K. Bertens, memiliki unsur – unsur seperti lembaga kepemilikan pribadi, pencarian keuntungan yang sebesar – besarnya, dan kompetisi dalam sistem pasar bebas. Dalam sistem ekonomi ini akumulasi modal menjadi motor penggeraknya dan unsur agama dikesampingkan.


Dalam kaitannya dengan agama, sejak zaman renaisans, unsur gereja dipisahkan dari Negara dan akal manusia tidak lagi terikat pada agama,terlepas dari akal ketuhanan. Segala pengaturan bersumber pada akal manusia, termasuk kegiatan ekonomi, dibuat berdasarkan hukum yang dirancang oleh manusia, dan tidak lagi berkaitan dengan agama atau ketuhanan. Pada akhir abad ke-13, ketika pengaruh gereja ortodoks berkurang, penerapan bunga terhadap pinjaman mulai diterima, dan uang kemudian dianggap sebagai modal. Modal uang dimanfaatkan untuk mencari keuntungan sebesar – besarnya, dan diinvestasikan kembali dalam usaha yang produktif untuk menghasilkan kekayaan yang lebih besar.


Dalam pasar uag dan modal, uang merupakan komoditas yang diperdagangkan dengan harga diwakili oleh suatu tingkat bunga. Berbarengan dengan itu, perekonomian kapitalis dibangun melalui perdagangan uang sebagai komoditas, yang disebut sebagai “Kredit” atau Utang. Pertumbuhan suatu ekonomi selalu dikaitkan berapa banyak kredit yang disalurkan. Sejalan dengan pandangan dari Keynes, pemerintah dapat mencetak uang dan memberikan kredit atau pinjaman untuk menciptakan kemakmuran.


Bank syariah, diphak lain, adalah lembaga yang menjadibagian ekonomi islam, yang bertujuan mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat, tidak semata – mata menciptkan keuntungan yang sebesar – besarnya. Kata “Syariah” sendiri berarti “jalan menuju air”, yang mendukung dan mengatur pengertian ekonomi Islam dan bank syariah dijalankan berdasarkan hukum – hukum Tuhan.


Prinsip ketauhidan ini menekan bahwa hubungan antara manusia, yang bersifat horizontal, sama pentingnya dengan hubungan dengan Allah yang bersifat vertical. Dalam kaitan dengan kedua hubungan ini, semua ketentuan yang harus diikuti mengacu pada ketentuan – ketentuan yang telah diterapkan Tuhan dan tertera pada Al-Quran, serta diajarkan melalui hadis Nabi Muhammad SAW. Ketentuan – ketenuan ini merupakan jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan, di dalam hubungan vertical dalam rangka mencapai keridhaan Allah SWT. Dan dalam hubungan horizontal dengan tujuan agar menjadi rahmat bagi sekalian alam. Karena itu syariah mengatur hubungan antara manusia dan tuhan, dalam hal Ini dalam konteks Ibadah, dan hubungan antara manusia dan manusia dalam konteks bermuamalah.


Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perekonomian Islam memiliki sifat yang unik. Yaitu baik dalam tataran konsep maupun pelaksanaannya mengandung prinsip – prinsip moralitas, yang harus dipenuhi oleh setiap unit ekonomi. Sesungguhnya, substansi tercakup pula dalam bentuk pembiyaan bank syariah. Dalam perbankan syariah, dana masyarakat hanya dapat digunakan dalam sector riil, karena sector riil lah yang dapat memberikan keuntungan yang lebih stabil kepada sector perbankan, dan memberikan lapangan kerja yang lebih luas.


Secara horizontal, ketentuan syariah juga mengatur hubungsn msnudis dalam bermuamalah (melakukan transaksi dagang atau berusaha sesame manusia, termasuk kegiatan dalam bidang keuangan atau perbankan). Karena mengacu pada ketentuan dalam Al-Quran dan hadis, serta tidak bertentangan dengan ketentuan akhlak, atau pembawaan tingkah laku moral individu.
Dalam ekonomi Islam dan perbankan syariah, terdapat 4 pokok prinsip sebagai hukum untuk bermuamalah, yaitu :
  1. Larangan terhadap riba atau Praktik bunga, tetapi menghalalkan perdagangan (QS Al-Baqarah (2):275) 
  2. Kutukan terhadap judi atau maysir (QS Al-Ma’idah (5):90)
  3. Larangan untuk melakukan transaksi yang bersifat gharar atau yang mengandung risiko berlebihan atau ketidakpastian mengenai objek atau kondisi dari suatu kontrak pada awal bertransaksi
  4. Larangan untuk melakukan transaksi atau pembiayaan yang berkaitan dengan barang – barang atau usaha yang diharamkan, misalnya babi, alcohol, perjudian atau kasino, rumah prostitusi, dan sebagainya.
Perbankan syariah tidak mengenal pinjam – meminjam uang dalam transaksi komersial (tijarah)-nya. Dalam Islam, pinjam – meminjam uang merupakan transaksi yang bersifat social (tawa’un). Untuk itu, disediakan suatu konsep yang bernama qardu hasan (pinjaman tanpa bunga). Menurut El-Diwany, perekonomian Islam menekankan pentingnya perdagangan dan produksi barang dan jasa, atau disebut sebagai sector riil dalam perekonomian modern. Karena tidak mengenal pinjam – meminjam uang untuk tujuan komersil, bank syariah hanya mengenal “pembiayaan” sector riil ini, bukan “pinjaman”. Pembiayaan ini selalu harus berkaitan dengan asset riil, atau bersifat ekuitas, ketika akan membiayai suatu jenis usaha. Karena itu, dalam ekonomi Islam, sector keuangan dan sector riil menyatu, konsep leverage yang tersirat dalam beberapa akad tidak digunakan secara murni atau berdiri sendiri, sehingga tidak menimbulkan dikotomi antara keduanya seperti yang terjadi pada perekonomian kapitalistis.


Sebagai kesimpulan, ekonomi kapitalis modern dibangun berdasarkan monetary based economy, dan terpisah dari unsur agama. Sebaliknya perekonomian Islam dan perbankan syariah bersandar pada unsur – unsur ekuitas, bukan kredit, sehingga bersifat equity based. Hal ini dapat dilihat pada perbankan syariah, yakni dana masyarakat yang dikelola bank tidak bersifat sebagai utang, tetapi lebih bersifat ekuitas dari pemilik dana yang diusahakan oleh bank atas seizin pemilik. Karena pembiayaan bank syariah melekat pada sector riil,pembiayaan berorientasi pada asset yang berada pada sektor riil, sehingga bersifat asset based.







Semoga bermanfaat...


_MFFH_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar